INNASOC Kaltara Resmi Dilantik, Agus Susanto Siapkan Regenerasi Atlet Airsoft untuk FORNAS 2027

INNASOC Kaltara Resmi Dilantik, Agus Susanto Siapkan Regenerasi Atlet Airsoft untuk FORNAS 2027Foto : Ketua Pengurus Daerah INNASOC Kalimantan Utara Agus Susanto, S.T. bersama jajaran pengurus usai pelantikan di Gedung Asrama Haji Tarakan, Sabtu (1/8/2026) malam.

TARAKAN – Pengurus Daerah Indonesia Airsoft Association (INNASOC) Provinsi Kalimantan Utara resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Gedung Asrama Haji Tarakan, Sabtu (1/8/2026) pukul 19.00 WITA. Pelantikan tersebut menjadi tonggak awal bagi organisasi untuk memperkuat pembinaan olahraga airsoft di Kalimantan Utara sekaligus mempersiapkan regenerasi atlet menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027.

Pelantikan ini tidak hanya menandai dimulainya kepengurusan baru, tetapi juga menjadi momentum menyusun arah pengembangan olahraga airsoft yang semakin diminati masyarakat. Di bawah kepemimpinan Agus Susanto, S.T. sebagai Ketua Pengurus Daerah INNASOC Kalimantan Utara, organisasi menargetkan lahirnya atlet-atlet baru yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Agus mengatakan, salah satu program prioritas yang akan segera dijalankan adalah memperkuat pembinaan sejak usia dini melalui kunjungan ke sekolah-sekolah, khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurutnya, regenerasi menjadi kebutuhan penting agar Kalimantan Utara memiliki stok atlet yang siap mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk FORNAS 2027.

"Salah satu misi kami setelah pelantikan ini adalah turun ke sekolah-sekolah, terutama SMP, untuk mencari bibit-bibit pemain baru yang nantinya akan dipersiapkan menghadapi FORNAS tahun 2027," ujar Agus Susanto.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang organisasi dalam membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan. Regenerasi atlet dinilai penting mengingat sebagian pemain senior nantinya akan memasuki masa transisi sehingga perlu disiapkan penggantinya sejak sekarang.

Terkait pelaksanaan FORNAS 2027, Agus mengungkapkan bahwa hingga saat ini lokasi penyelenggaraan masih belum dipastikan.

Sebelumnya, Sulawesi Tengah sempat ditetapkan sebagai tuan rumah. Namun, menurut informasi yang diterimanya, daerah tersebut mengundurkan diri sehingga penyelenggara masih melakukan penyesuaian.

"Untuk lokasi FORNAS masih menunggu keputusan terbaru. Sebelumnya memang direncanakan di Sulawesi Tengah, tetapi sekarang masih diatur kembali karena ada perubahan," katanya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat INNASOC Kalimantan Utara untuk terus mempersiapkan atlet sejak dini.

Dalam menjalankan program pembinaan, INNASOC Kaltara juga memperhatikan aspek keselamatan peserta.

Agus menjelaskan bahwa pendekatan latihan bagi pelajar akan berbeda dengan peserta dewasa.

Untuk siswa sekolah, latihan lebih diarahkan menggunakan peralatan berbasis spring yang dinilai lebih aman. Sementara untuk peserta dewasa, latihan menggunakan Automatic Electric Gun (AEG) dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan organisasi.

"Karena olahraga ini menggunakan replika senjata, maka aspek keamanan menjadi prioritas. Untuk pelajar kami menggunakan perlengkapan yang lebih aman, sedangkan peserta dewasa menggunakan AEG dengan prosedur keselamatan yang jelas," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan latihan akan dilaksanakan dengan pengawasan sehingga olahraga airsoft tetap menjadi aktivitas rekreasi yang aman sekaligus edukatif.

Selain melakukan pembinaan di lingkungan sekolah, INNASOC Kalimantan Utara juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin mengenal maupun menekuni olahraga airsoft.

Menurut Agus, organisasi tidak membatasi keanggotaan hanya bagi kalangan tertentu. Siapa pun yang memiliki minat dapat bergabung dan mengikuti latihan bersama.

Pendaftaran nantinya dapat dilakukan melalui media sosial resmi INNASOC Kalimantan Utara maupun melalui kontak person yang akan diumumkan setelah seluruh rangkaian pelantikan selesai.

"Kami juga berencana membuka stand informasi agar masyarakat lebih mudah mengenal organisasi ini dan mengetahui bagaimana cara bergabung," ujarnya.

Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, INNASOC Kalimantan Utara telah menjadwalkan latihan rutin yang dilaksanakan setiap pekan di sejumlah lokasi.

Kegiatan latihan akan digelar secara bergilir, baik di lapangan terbuka maupun lingkungan sekolah yang memungkinkan digunakan sebagai area latihan.

Program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi anggota baru untuk belajar sekaligus meningkatkan kemampuan teknis secara bertahap.

Agus menambahkan, calon anggota tidak perlu khawatir apabila belum memiliki perlengkapan pribadi.

"Bagi teman-teman yang ingin mencoba, tidak harus langsung memiliki peralatan sendiri. Kami memiliki unit yang bisa dipinjamkan sehingga mereka dapat ikut latihan terlebih dahulu," katanya.

Menurut Agus, olahraga airsoft tidak hanya mengajarkan keterampilan bermain, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kerja sama tim, serta tanggung jawab.

Karena itu, INNASOC Kaltara ingin membangun komunitas yang sehat, terbuka, dan mampu menjadi wadah positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal olahraga ini sebagai cabang olahraga rekreasi yang memiliki aturan, etika, serta standar keselamatan yang jelas.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Kalimantan Utara diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet airsoft yang berprestasi sekaligus memperkuat posisi daerah dalam ajang FORNAS mendatang.

Mengakhiri wawancaranya, Agus mengajak masyarakat yang memiliki minat untuk tidak ragu bergabung bersama INNASOC Kalimantan Utara.

"Bagi teman-teman yang berminat, silakan datang latihan bersama kami. Tidak harus punya alat sendiri karena kami siap meminjamkan perlengkapan untuk belajar bersama. Mari salurkan hobi dan bakat melalui komunitas yang positif," tutupnya.