TARAKAN – Suasana Ramadan di Kota Tarakan terasa semakin hangat dengan digelarnya kegiatan Santri Berbagi Takjil dan Iftar Akbar pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan sosial ini menghadirkan kolaborasi berbagai komunitas di Tarakan yang bersama para santri turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat.
Aksi berbagi tersebut dimulai sekitar pukul 17.00 WITA di depan Kantor Imigrasi Kota Tarakan, di mana para santri bersama relawan dari berbagai komunitas membagikan takjil kepada pengendara dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Setelah kegiatan berbagi takjil selesai, seluruh peserta kemudian melanjutkan agenda Iftar Akbar atau buka puasa bersama di Masjid Hujan As Salam, Jalan Kusuma Bangsa, Gunung Lingkas, Tarakan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampoeng Ramadhan Munzalan dan Baitul Maal Munzalan yang bertujuan menumbuhkan semangat berbagi serta mempererat ukhuwah antar komunitas di Kota Tarakan.

Ketua Panitia kegiatan, Hery Ansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai komunitas dan organisasi di Tarakan yang memiliki visi sama dalam menebar kebaikan di bulan suci Ramadan.
Ia mengatakan, sedikitnya ada sekitar 15 komunitas yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kalau untuk komunitas yang ikut berkolaborasi sebenarnya cukup banyak. Ada Masjid Hujan Assalam, Paskas Tarakan, KST (Komunitas Sedekah Tarakan), Magnet Rezeki Tarakan, IATCA Tarakan, PPA Tarakan, TMO ( Tarakan Nmax Owners), Bikers Subuhan, Scooters Tarakan Club, AYS Indonesia, AKHLAK, AirNav Indonesia, LPPNPI Airnav Indonesia, Perisai Airnav, dan Sedekah Holic,” ujar Hery saat diwawancarai.
Menurutnya, keterlibatan banyak komunitas ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kebersamaan di Tarakan masih sangat kuat, khususnya ketika memasuki bulan Ramadan.
Dengan kolaborasi tersebut, kegiatan yang digelar tidak hanya sekadar berbagi takjil, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antar komunitas yang ada di kota tersebut.
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pesan bahwa santri bukan hanya pihak yang menerima bantuan, tetapi juga mampu menjadi pihak yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Heriansa mengatakan, kegiatan ini sengaja menghadirkan para santri sebagai bagian dari aksi sosial agar mereka bisa merasakan langsung makna berbagi kepada sesama.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah agar santri tidak hanya dipandang sebagai pihak yang menerima bantuan saja. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa santri juga bisa berbagi kepada masyarakat,” jelasnya.
Dengan turun langsung ke jalan membagikan takjil, para santri diharapkan dapat belajar tentang empati, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri agar memiliki semangat berbagi dan kepedulian sosial sejak dini.

Hery Ansyah menjelaskan bahwa kegiatan Santri Berbagi Takjil dan Iftar Akbar bukanlah kegiatan yang baru pertama kali dilakukan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan.
Namun pada tahun ini, kegiatan terasa lebih istimewa karena melibatkan lebih banyak komunitas dan relawan.
“Ini adalah kegiatan rutin yang setiap tahun kita laksanakan di bulan Ramadan. Alhamdulillah tahun ini kita bisa berkolaborasi dengan lebih banyak komunitas di Tarakan,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membuka peluang untuk menyelenggarakan kegiatan sosial yang lebih besar di masa mendatang.
Selain berbagi kepada masyarakat, kegiatan ini juga memiliki tujuan lain yang tidak kalah penting, yakni membangun ukhuwah atau persaudaraan antar komunitas di Tarakan.
Melalui kegiatan bersama seperti ini, berbagai komunitas dapat saling mengenal dan bekerja sama untuk menciptakan kegiatan sosial yang lebih luas di masa depan.
“Tujuannya tentu untuk merajut ukhuwah antar komunitas. Dengan kegiatan seperti ini kita bisa saling mengenal dan membangun relasi yang baik untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” kata Hery Ansyah.
Menurutnya, kerja sama antar komunitas sangat penting untuk membangun gerakan sosial yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Hery Ansyah berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga di waktu-waktu lainnya.
Ia mengatakan bahwa semangat berbagi seharusnya tidak hanya muncul pada momen tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Harapannya semoga kegiatan ini bisa membawa semangat bagi kita semua untuk terus berbuat kebaikan, khususnya di bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depan kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang lebih rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Selain kegiatan berbagi takjil dan iftar akbar, Hery Ansyah menjelaskan bahwa komunitas BMI dan Paskas sebenarnya memiliki berbagai kegiatan sosial lainnya yang dilakukan secara rutin.
Beberapa kegiatan tersebut bahkan dilaksanakan secara mingguan, seperti pengajian rutin yang diselenggarakan oleh BMI.
Selain itu, ada juga program tahunan yang biasanya dilakukan selama Ramadan, seperti:
-
pembagian hadiah untuk muslimah
-
kegiatan iftar akbar
-
penerimaan dan penyaluran zakat
-
berbagai kegiatan sosial lainnya
Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di akhir wawancara, Heriansa menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna kepada masyarakat.
Ia mengajak semua pihak untuk terus menebarkan kebaikan tanpa merasa lelah atau bosan.
“Pesannya semangat untuk kita semua untuk berbuat baik. Jangan bosan jadi orang baik,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial dan membantu sesama.
“Semoga kita semua dipertemukan di Baitullah,” tambahnya. (z)









5.jpg)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!