TARAKAN – Suasana penuh konsentrasi berpadu dengan kehangatan kebersamaan terasa selama pelaksanaan Turnamen Mahjong Se-Kalimantan Utara 2026 yang digelar di The Kopitiam.
Event yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antar pecinta olahraga masyarakat di Kalimantan Utara.
Digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini, turnamen ini berhasil menghadirkan puluhan pegiat dari berbagai daerah, menciptakan atmosfer kompetitif yang tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.
Sebanyak 40 pegiat ambil bagian dalam turnamen ini. Mayoritas berasal dari Tarakan dengan jumlah 32 orang. Sementara itu, 5 pegiat datang dari Kabupaten Bulungan dan 3 pegiat lainnya berasal dari Jakarta.
Kehadiran pegiat lintas daerah ini menunjukkan bahwa olahraga mahjong mulai berkembang dan memiliki daya tarik yang luas, bahkan hingga luar Kalimantan Utara.
Ketua panitia, Ayi Diyanto, mengaku bersyukur atas kelancaran acara yang digelar selama tiga hari tersebut.
“Puji Tuhan turnamen ini berjalan lancar dan diikuti pegiat dari berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa mahjong semakin berkembang dan diminati,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada sponsor, pegiat, komunitas, serta seluruh pihak yang terlibat. Tanpa dukungan mereka, event ini tidak akan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Menariknya, seluruh posisi juara dalam turnamen ini berhasil diraih oleh pegiat asal Tarakan. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan dan perkembangan komunitas mahjong di daerah ini berjalan cukup pesat.

Berikut daftar pemenang Turnamen Mahjong Se-Kaltara 2026:
- Juara 1: Leny
- Juara 2: Ayi Diyanto
- Juara 3: Willy Gunawan
- Juara 4: Yendy Thewanto
Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa potensi pegiat mahjong di Tarakan semakin matang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Di balik suasana pertandingan yang serius, turnamen ini juga membawa pesan penting tentang kebersamaan dan komunitas.
Mahjong yang selama ini dikenal sebagai permainan masyarakat, kini mulai berkembang menjadi bagian dari olahraga berbasis komunitas yang memiliki struktur dan agenda pembinaan.
Ketua POMAIN Kalimantan Utara, Effendy Gunardi, menegaskan bahwa turnamen ini memiliki tujuan yang lebih besar dari sekadar kompetisi.
“Turnamen ini bukan hanya ajang bertanding, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antar pecinta mahjong di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat jaringan komunitas sekaligus meningkatkan kualitas permainan para pegiat.
Lebih jauh, Effendy menyebut bahwa turnamen ini merupakan bagian dari persiapan menuju Festival Olahraga Masyarakat Nasional 2027 yang akan digelar di Palu.
“Ini juga menjadi bagian dari persiapan kita menghadapi Fornas KORMI 2027. Kita ingin pegiat-pegiat kita siap bersaing di tingkat nasional,” jelasnya.
Melalui turnamen ini, para pegiat dapat mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta memperluas pengalaman kompetisi.
Hal ini dinilai sangat penting dalam membentuk kesiapan pegiat sebelum menghadapi event berskala nasional.
Keberhasilan Turnamen Mahjong Se-Kaltara 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari komunitas, organisasi olahraga, hingga sponsor dan media partner.
Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menghadirkan event yang berkualitas dan berkesan.
Selain itu, dukungan tersebut juga mencerminkan semakin meningkatnya perhatian terhadap olahraga masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
Turnamen ini sekaligus menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat seperti mahjong memiliki peluang besar untuk berkembang di Kalimantan Utara.
Dengan pendekatan komunitas yang kuat dan dukungan berkelanjutan, mahjong berpotensi menjadi salah satu cabang olahraga masyarakat unggulan di daerah.
Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan pegiat yang mampu berprestasi di tingkat nasional.
Ke depan, penyelenggara berharap turnamen seperti ini dapat terus digelar secara rutin dengan skala yang lebih besar.
Dengan semakin banyaknya pegiat dan dukungan yang terlibat, diharapkan ekosistem olahraga masyarakat di Kalimantan Utara semakin kuat dan berkembang.
Turnamen Mahjong Se-Kaltara 2026 pun menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam membangun fondasi tersebut.
Dari meja-meja permainan di Tarakan, semangat kompetisi dan kebersamaan kini mulai mengarah pada panggung yang lebih besar: Fornas KORMI 2027.
Dan dari sinilah, harapan itu mulai dibangun. (z)








5.jpg)
.png)








Komentar
Tuliskan Komentar Anda!