TARAKAN –Di sebuah sudut kafe yang hangat di Kota Tarakan pada hari Sabtu 10 Januari 2026, sebuah perubahan besar sedang ditenun. Ia tidak datang dari gedung-gedung pencakar langit, melainkan dari pesisir yang berlumpur dan sudut-sudut kafe yang hangat. Di Tarakan, AYS Indonesia di bawah kepemimpinan Muhammad Abrar Putra Siregar tengah memimpin sebuah revolusi yang mengaburkan batas antara konservasi alam, kecanggihan digital, dan keadilan sosial.
Di tengah ancaman krisis iklim, Abrar menghadirkan secercah harapan dengan mengawinkan semangat konservasi tradisional dengan teknologi. Melalui kolaborasi strategis bersama Telkom Indonesia, diluncurkanlah sobatbekantan.com. Platform ini merupakan pusat data real-time yang menyajikan informasi krusial mengenai populasi Bekantan (Nasalis larvatus) dan ekosistem mangrove di kawasan konservasi Tarakan.
"Kami ingin memastikan setiap kebijakan pelestarian lingkungan didasarkan pada data yang valid dan bisa diakses siapa pun," ungkap Abrar. Langkah ini dibarengi dengan pembangunan infrastruktur fisik berupa Feeding Spot sebagai laboratorium alam untuk meneliti karakter unik Bekantan tanpa merusak habitatnya.
Memasuki awal tahun 2026, aksi nyata di lapangan tetap menjadi prioritas dengan target penanaman 5.000 pohon mangrove di area Pantai Amal dan Kelurahan Kampung Empat. Langkah ini bukan sekadar penanaman, melainkan refleksi untuk menjaga kota dari bencana banjir dan abrasi yang kini menghantui berbagai daerah di Indonesia.
E-sport Inklusif: Menghapus Sekat di Balik Layar Monitor
Namun, visi AYS Indonesia tidak berhenti pada ekologi. Di sudut lain pada sebuah kafe yang hangat, sorak-sorai pecah saat stik konsol digerakkan oleh jemari para penyandang disabilitas dalam Turnamen PES (Pro Evolution Soccer) yang digagas bersama PPDI Tarakan.
Mas Epril, Ketua Panitia kegiatan ini, menjelaskan bahwa turnamen ini adalah manifestasi misi mewujudkan masyarakat inklusif. "Kami ingin mendobrak stigma bahwa e-sport hanya milik mereka yang sempurna secara fisik. Di sini, para peserta membuktikan bahwa dalam dunia virtual, tak ada perbedaan. Mereka bertanding secara setara," tegasnya.
Rencana inklusivitas ini melampaui layar monitor. Epril mengungkapkan agenda transformatif berupa Kafe Ramah Disabilitas. Lokasi turnamen di kafe tersebut menjadi langkah awal membiasakan teman-teman disabilitas berinteraksi di ruang publik.
AYS Indonesia bahkan telah menyiapkan program pembinaan barista khusus disabilitas, yang mulai dijalankan bersama BNNK Kota Tarakan. Inspirasi ini datang dari semangat global untuk memberdayakan pekerja disabilitas agar berdaya guna dan mandiri. Ditambah dengan kolaborasi pembuatan batik bersama Pak Sarji, rangkaian program ini bertujuan membantu penyandang disabilitas menemukan jati diri mereka.
Abrar menutup dengan pesan kuat bagi anak muda Tarakan: "Langkah-langkah kecil, seperti merawat satu pohon atau membuka ruang setara bagi sesama, adalah pekerjaan mulia yang berdampak besar. Mari jaga semangat ini agar alam dan kemanusiaan bisa dinikmati dengan lebih nyaman oleh generasi mendatang."







5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!