Jalan Sehat Kerukunan HAP ke-80 di Tarakan, Ribuan Warga Lintas Agama Tumpah Ruah

Jalan Sehat Kerukunan HAP ke-80 di Tarakan, Ribuan Warga Lintas Agama Tumpah RuahFoto :

TARAKAN – Ribuan warga lintas agama memadati kegiatan Jalan Sehat Kerukunan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 tahun 2026 di Kota Tarakan. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya persatuan dan kerukunan umat beragama di Bumi Paguntaka.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, H. Sofyan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Agama RI, di mana jalan santai kerukunan menjadi salah satu rangkaian resmi peringatan HAB ke-80.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kerukunan umat beragama di Kota Tarakan, alhamdulillah, tetap terjaga dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), bahkan kepanitiaan kegiatan ini juga berasal dari FKUB,” ujar Sofyan.

Ia menegaskan, Jalan Sehat Kerukunan menjadi bukti nyata bahwa seluruh umat beragama di Tarakan mampu bergandengan tangan dan bekerja sama dalam suasana kebersamaan. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi dorongan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Melihat antusiasme yang luar biasa, kami meyakini kegiatan ini akan terus dilaksanakan. Pada dasarnya, Jalan Santai Kerukunan memang sudah menjadi agenda rutin tahunan,” tambahnya.

Sofyan juga mengingatkan bahwa Provinsi Kalimantan Utara telah dirilis oleh Kementerian Agama RI sebagai provinsi dengan indeks kerukunan umat beragama tertinggi di Indonesia. Capaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat di kabupaten dan kota se-Kaltara.

“Hasil survei ini membuktikan bahwa masyarakat Kalimantan Utara sangat mendukung kehidupan yang rukun dan harmonis. Ini menjadi pesan bagi kita semua agar terus menjaga dan memperkuat kerukunan melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Jalan Sehat Kerukunan, H. Salapa Hepa, menyebut pemilihan istilah jalan sehat memiliki makna filosofis yang lebih luas dibandingkan istilah jalan santai.

“Kami memilih istilah jalan sehat karena maknanya bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat dalam kerukunan, sehat dalam kedamaian, dan sehat dalam sinergi. Nilai inilah yang ingin kami tekankan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan nilai kebersamaan dan kesetaraan melalui silaturahmi lintas umat beragama. Menurutnya, kerukunan dan kedamaian merupakan cita-cita bersama seluruh elemen masyarakat.

Terkait jumlah peserta, Salapa mengungkapkan bahwa panitia awalnya hanya memprediksi sekitar 1.756 hingga 2.000 peserta karena kegiatan dilaksanakan pada hari kerja dan bertepatan dengan aktivitas sekolah. Namun, antusiasme masyarakat jauh melampaui perkiraan.


“Jumlah peserta membludak. Kami perkirakan hampir mencapai sepuluh ribu orang. Ini di luar ekspektasi kami,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Tarakan yang hadir langsung, memberikan sambutan, sekaligus melepas secara resmi kegiatan Jalan Sehat Kerukunan HAB Kemenag ke-80.

“Harapan kami, masyarakat Tarakan semakin rukun, damai, dan harmonis. Dengan kondisi itu, pembangunan dan program pemerintah dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Salapa menegaskan, meski kegiatan ini sempat terhenti selama pandemi COVID-19 pada 2020–2021, Jalan Sehat Kerukunan kini kembali digelar dan akan menjadi agenda tahunan ke depan.

Hal senada disampaikan Ketua FKUB Kota Tarakan, K.H. Zainuddin Dalila. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan persatuan enam agama yang ada di Tarakan, yakni Islam, Katolik, Kristen, Buddha, Konghucu, dan Hindu.

“Makna utama kegiatan ini adalah memperkuat kerukunan. Sejak persiapan, teman-teman lintas agama sudah bahu-membahu tanpa sekat, semuanya hadir demi menyukseskan acara,” tuturnya.

Zainuddin juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat yang terlihat dari jumlah kupon doorprize yang disiapkan panitia. Awalnya hanya sekitar 2.000 kupon, kemudian ditambah menjadi 4.000, namun tetap tidak mencukupi.

“Ini menunjukkan jumlah peserta jauh di atas perkiraan. Dukungan hadiah juga luar biasa, baik dari instansi, komunitas lintas agama, hingga hadiah utama dari Wali Kota Tarakan. Ini bukti acara ini berhasil,” katanya.

Ia berharap, ke depan pelaksanaan Jalan Sehat Kerukunan dapat berlangsung lebih baik dan semakin matang, meski diakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi.

“Berdasarkan kupon yang dibagikan, peserta diperkirakan lebih dari 4.000 orang, bahkan masih banyak yang hadir tanpa kupon. Peserta berasal dari seluruh umat beragama dan berbagai instansi keagamaan di Kota Tarakan,” pungkasnya.


Total doorprize yang dibagikan jumlahnya lebih dari 300 hadiah, yang terkumpul dari berbagai stakeholder, mulai dari instansi pemerintah, lembaga keagamaan, komunitas lintas agama, hingga pihak swasta. Ini menjadi bukti kuat bahwa kegiatan ini didukung bersama

Panitia dan penyelenggara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes beserta seluruh jajaran, Kementerian Agama, para tokoh lintas agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), seluruh donatur, panitia serta pihak pendukung acara, hingga masyarakat Kota Tarakan yang telah berpartisipasi dan mendukung penuh terselenggaranya Jalan Sehat Kerukunan. Dukungan seluruh pihak tersebut dinilai menjadi kunci sukses pelaksanaan kegiatan yang sarat pesan persatuan dan kedamaian tersebut.

Kegiatan ini ditutup dengan suasana penuh kegembiraan. Antusiasme masyarakat tampak jelas sepanjang pelaksanaan jalan sehat, terlebih dengan pembagian lebih dari 200 doorprize yang berasal dari berbagai stakeholder. Hadiah-hadiah tersebut semakin menambah semangat peserta dan menumbuhkan harapan agar Jalan Sehat Kerukunan dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan meriah.