IKA UT Tarakan–BPS Dorong Alumni Terlibat Aktif di Sensus Ekonomi 2026

IKA UT Tarakan–BPS Dorong Alumni Terlibat Aktif di Sensus Ekonomi 2026Foto : Webinar IKA UT Tarakan dan BPS Kota Tarakan buka peluang besar alumni dan mahasiswa UT jadi mitra strategis sensus nasional

TARAKAN – Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Tarakan menegaskan komitmennya untuk mengambil peran strategis dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Meraih Peluang Kerja untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 BPS Bersama IKA UT Tarakan” yang digelar secara daring, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara IKA UT Tarakan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tarakan, dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari alumni dan mahasiswa aktif Universitas Terbuka. Diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan mahasiswa aktif universitas Terbuka, alumni UT, Pengurus IKA UT Pusat dan perwakilan wilayah IKA UT se Indonesia juga koordinator UMKM dan umum

Webinar tersebut menjadi ruang strategis yang mempertemukan kebutuhan negara akan tenaga pendata yang kompeten dengan potensi sumber daya manusia lokal, khususnya dari kalangan alumni dan mahasiswa UT yang selama ini dikenal mandiri, adaptif, dan terbiasa bekerja dengan sistem berbasis target.

Ketua IKA UT Tarakan, Effendy Gunardi, S.E., M.M., dalam paparannya menekankan bahwa keterlibatan alumni UT dalam Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar peluang kerja, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Menurut Effendy, alumni Universitas Terbuka memiliki karakter kuat yang relevan dengan kebutuhan sensus berskala nasional. Sistem pendidikan jarak jauh yang dijalani mahasiswa UT melatih kemandirian, disiplin, serta kemampuan mengelola waktu dan tanggung jawab kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam pendataan ekonomi.

                “IKA UT Tarakan berkomitmen menjadi jembatan antara alumni, mahasiswa, dan kebutuhan pembangunan. Sensus Ekonomi 2026 adalah momentum strategis bagi alumni UT untuk terlibat langsung menghasilkan data berkualitas yang akan menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan, Komitmen ini didukung penuh juga oleh Direktur universitas Terbuka Tarakan, Jeji Muhammad Najib, S.Kom.” ujar Effendy.


Ia juga menegaskan bahwa alumni UT tidak hanya diposisikan sebagai tenaga teknis, tetapi sebagai mitra strategis yang mampu menjaga integritas data dan profesionalisme di lapangan.

Selain sebagai Ketua IKA UT Tarakan, Effendy juga dikenal sebagai Ketua Kadin Kota Tarakan, sehingga kolaborasi ini dinilai semakin memperkuat sinergi antara dunia akademik, dunia usaha, dan pemerintah.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, S.ST., M.Si., memaparkan secara komprehensif urgensi dan tujuan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.


Ia menjelaskan bahwa sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini bertujuan untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, mencakup struktur usaha, karakteristik bisnis, ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan.

“Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi medical check-up perekonomian nasional. Data terakhir sensus ekonomi dilakukan pada 2016, sementara pascapandemi COVID-19, struktur ekonomi mengalami perubahan besar,” jelas Umar.

Menurutnya, hasil sensus akan menjadi baseline terbaru untuk memetakan sektor usaha yang bertahan, tumbuh, atau mengalami pergeseran signifikan, termasuk UMKM, ekonomi digital, dan sektor informal yang selama ini belum sepenuhnya terdata.

Dalam pemaparannya, Umar Riyadi juga menekankan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Data tersebut, kata dia, tidak digunakan untuk kepentingan pajak, audit, maupun investigasi, melainkan murni untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Selain itu, BPS juga memastikan bahwa pendataan akan sepenuhnya menggunakan metode digital, melalui sistem Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI), sehingga menuntut mitra sensus yang memiliki literasi teknologi yang baik.

BPS secara nasional diperkirakan membutuhkan sekitar 190 ribu petugas lapangan, dengan alokasi sekitar 200 petugas khusus di Kota Tarakan. Posisi yang dibuka meliputi Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).


Umar menilai alumni dan mahasiswa UT memiliki keunggulan kompetitif karena terbiasa bekerja secara mandiri, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki ketahanan mental dalam menghadapi tantangan lapangan.

            “Teman-teman UT punya keunggulan dalam kemandirian dan integritas. Itu sebabnya mereka sangat potensial menjadi mitra strategis BPS,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, IKA UT Tarakan berharap keterlibatan alumni UT dalam Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang akurat dan kredibel, yang selanjutnya menjadi dasar perumusan kebijakan ekonomi daerah dan nasional, termasuk menuju visi Indonesia Emas 2045.

Webinar ini juga menegaskan bahwa kolaborasi antara BPS, perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha menjadi kunci dalam membangun sistem data nasional yang kuat dan terpercaya.