PEXI Kaltara Gelar Penataran Pelatih dan Wasit Nasional, Dorong Pengembangan hingga ke Sekolah

PEXI Kaltara Gelar Penataran Pelatih dan Wasit Nasional, Dorong Pengembangan hingga ke SekolahFoto : Foto Bersama dengan PB Pexi, Pexi Provinsi Kalimantan Utara, dan Pelajar Tingkat SD, SMP, dan SMA serta Orang Tua Murid

TARAKAN – Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan penataran pelatih dan wasit nasional pada 10–11 Oktober 2026 di Hotel Padmaloka, Tarakan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga xiangqi sekaligus memperluas pengenalan olahraga strategi tersebut kepada masyarakat di Kalimantan Utara.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB PEXI). Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB PEXI, Almodad C Boniarga atau yang akrab disapa Afung, menilai antusiasme pengurus dan peserta di Kalimantan Utara menjadi modal penting bagi pengembangan xiangqi di daerah.

Afung mengatakan, PB PEXI bersyukur melihat tingginya dukungan terhadap kegiatan pelantikan kepengurusan yang dirangkaikan dengan penataran pelatih dan wasit tersebut.

“PB PEXI selalu mendorong agar perkembangan xiangqi di setiap daerah di Indonesia semakin luas. Kami berharap Kalimantan Utara dapat ikut memperkenalkan dan mengembangkan olahraga ini kepada masyarakat,” ujarnya.


Menurut Afung, pengembangan xiangqi di Kalimantan Utara perlu menjangkau berbagai kelompok masyarakat tanpa terbatas pada latar belakang suku atau etnis tertentu. Ia menegaskan bahwa xiangqi terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan menekuni olahraga tersebut.

Ia juga melihat adanya potensi bibit atlet dari kalangan pelajar yang mengikuti simulasi pertandingan di sekolah, di antaranya SD Tunas Kasih dan SD Indo-Tionghoa Tarakan.

“Dari kegiatan kemarin, kami melihat beberapa anak memiliki potensi yang cukup besar. Namun, harapan kami bukan hanya anak-anak dari satu kelompok masyarakat saja yang berkembang. Xiangqi harus bisa dikenal dan dimainkan oleh semua kalangan,” kata Afung.

Ia berharap kepengurusan PEXI Kaltara yang baru dilantik dapat bergerak cepat memperluas pembinaan sehingga mampu bersaing dengan provinsi lain.

Ketua PEXI Provinsi Kalimantan Utara, Alie Ongko Wijaya, turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PB PEXI atas dukungan terhadap penyelenggaraan rangkaian kegiatan tersebut, mulai dari pelantikan pengurus hingga penataran pelatih dan wasit nasional.

Alie juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PB PEXI yang telah mendukung kegiatan pelantikan, penataran pelatih, dan wasit nasional ini. Terima kasih juga kepada seluruh pengurus dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan,” ujar Alie.    

Ketua Panitia kegiatan, Effendy Gunardi, S.E., M.M., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan, mulai dari pelatihan hingga penataran pelatih dan wasit nasional.

Ia turut mengapresiasi kerja keras pengurus dan panitia, serta dukungan guru pembimbing dan orang tua yang mendorong para pelajar mengikuti kegiatan pengenalan xiangqi.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 19 pelajar mengikuti simulasi pertandingan xiangqi. Peserta berasal dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), termasuk seorang peserta perempuan dari jenjang SMA.

Menurut Effendy, keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dari upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga xiangqi sejak dini. Dukungan sekolah, guru, dan orang tua juga diperlukan agar pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, PEXI Kaltara diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas pelatih dan wasit, tetapi juga membangun fondasi pembinaan atlet yang dapat dikembangkan secara bertahap di berbagai daerah di Kalimantan Utara.

Dalam wawancara tersebut, Afung juga menyampaikan bahwa PB PEXI memiliki agenda Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 11–15 November 2026.

Ia berharap PEXI Kaltara dapat mengirimkan atlet untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan atlet baru dalam kompetisi nasional akan menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman sekaligus memotivasi pelajar lain agar tertarik mempelajari xiangqi.

“Walaupun masih baru, jika Kalimantan Utara bisa mengirimkan atlet untuk mencari pengalaman, itu sudah sangat luar biasa. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memotivasi adik-adik lainnya yang ingin belajar xiangqi,” ungkapnya.

Penataran pelatih dan wasit nasional ini menjadi salah satu langkah awal PEXI Kaltara dalam membangun ekosistem pembinaan xiangqi yang lebih luas. Dengan dukungan PB PEXI, sekolah, pengurus daerah, serta masyarakat, olahraga xiangqi diharapkan semakin dikenal dan mampu melahirkan atlet berprestasi dari Kalimantan Utara.