PEXI Kaltara Resmi Dilantik, Bidik Medali PON 2028

PEXI Kaltara Resmi Dilantik, Bidik Medali PON 2028Foto : Foto bersama bersama Bapak Kepala Dispora Kaltara, Ketua DPRD Kaltara, Wakil Ketua KONI Kaltara, Sekjen PB PEXI

TARAKAN – Pengurus Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Provinsi Kalimantan Utara masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Hotel Padmaloka Tarakan, Sabtu (10/10/2026). Momentum ini menjadi langkah awal penguatan pembinaan olahraga Xiangqi atau catur gajah di Bumi Benuanta, sekaligus mengusung target meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Xiangqi 2029.


Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Penataran Pelatih Nasional dan Penataran Wasit Nasional Xiangqi yang berlangsung pada 9–12 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat fondasi pembinaan atlet Xiangqi di Kalimantan Utara.

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Keputusan PB PEXI Nomor 09/SKEP/PB/IX/2026 tentang Pengurus Provinsi PEXI Kalimantan Utara Masa Bakti 2026–2030 serta program kerja PB PEXI Tahun 2026 mengenai pengembangan SDM pelatih dan wasit nasional di daerah perbatasan.

Ketua Panitia Pelaksana, Effendy Gunardi, S.E., M.M., mengatakan pelantikan ini penting untuk memberikan legalitas kepengurusan sekaligus memastikan pembinaan Xiangqi di Kalimantan Utara berjalan lebih terarah.

Menurutnya, penataran pelatih dan wasit nasional juga menjadi modal penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.

“Kami berharap Kadispora Kaltara, KONI Kaltara, Dinas Pendidikan Kaltara, Dewan Kehormatan, dan Dewan Penasihat dapat terus mendukung PEXI Kaltara. Kepada para peserta, agar mengikuti penataran ini dengan serius sampai selesai, karena sertifikat pelatih dan wasit nasional yang diperoleh akan menjadi modal utama pembinaan Xiangqi di Kaltara,” ujar Effendy.

Ketua PEXI Kaltara yang baru dilantik menyebut terbentuknya kepengurusan definitif tingkat provinsi sebagai tonggak sejarah bagi perkembangan Xiangqi di Kalimantan Utara.


“Ini adalah sejarah. Untuk pertama kalinya, Kaltara memiliki kepengurusan PEXI Provinsi yang resmi dan definitif. Ini bukan sekadar organisasi, ini adalah penanda bahwa Xiangqi—catur gajah—telah tumbuh dan diakui di Bumi Benuanta,” tegasnya.

Untuk mempercepat perkembangan organisasi, PEXI Kaltara menyiapkan tiga program prioritas, yakni pemerataan organisasi, pembinaan usia dini, dan peningkatan prestasi.


Pada aspek pemerataan organisasi, PEXI menargetkan lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara memiliki kepengurusan PEXI yang aktif dalam satu tahun ke depan.

Sementara pada aspek pembinaan usia dini, PEXI Kaltara mulai memperkenalkan Xiangqi ke lingkungan sekolah. Pembinaan telah berjalan sejak Agustus 2026 di SD Tunas Kasih serta SD dan SMP Indo-Tionghoa Tarakan.

Dalam waktu dekat, program tersebut direncanakan menyasar Sekolah Don Bosco dan sekolah negeri. PEXI Kaltara juga menargetkan penyelenggaraan turnamen Xiangqi pelajar perdana pada November 2026 serta Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Xiangqi Pelajar pertama pada 2027.


Adapun pada bidang prestasi, PEXI Kaltara membidik medali PON 2028 yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, Kalimantan Utara juga diproyeksikan menjadi tuan rumah Kejurnas Xiangqi 2029.


“Kami sadar, kami tidak bisa sendiri. Kami butuh dukungan penuh dari Pemprov, KONI, Dispora, para pemerhati, juga pengusaha di Kaltara,” imbuhnya.

Pelantikan dan penataran tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., yang mewakili Gubernur Kaltara. Hadir pula Sekretaris Jenderal PB PEXI Candra beserta jajaran, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PEXI Afung, serta pelatih dan wasit nasional PB PEXI, Rendi, yang datang dari Jakarta.


Turut hadir Ketua KONI Kaltara, Ketua DPRD Kaltara H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., perwakilan calon pengurus PEXI kabupaten/kota se-Kaltara, pengurus PSMTI, jajaran Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, pelatih, atlet, serta perwakilan sekolah dan cabang olahraga di Kalimantan Utara.

Ketua KONI Kaltara menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus PEXI Kaltara. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan penataran pelatih dan wasit nasional yang langsung dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pelantikan.


Keberadaan PEXI Kaltara selanjutnya akan dibahas dalam agenda rapat KONI Kaltara pada akhir tahun, sebagai bagian dari proses menuju keanggotaan PEXI di KONI Kaltara.

Dukungan juga disampaikan Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M. Ia menilai komposisi kepengurusan yang terbentuk memiliki potensi untuk mengembangkan Xiangqi di daerah.


Sebagai Ketua KORMI Kaltara, ia turut menyoroti perkembangan organisasi tersebut yang kini berada dalam pembinaan olahraga prestasi.


“PEXI ini harapan awalnya bisa masuk KORMI, malah keduluan diambil KONI Pusat,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal PB PEXI, Candra, menilai pelantikan pengurus PEXI Kaltara merupakan langkah maju bagi perkembangan Xiangqi di Indonesia.


Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, DPRD, KONI, serta komposisi kepengurusan yang dinilai memiliki potensi untuk mendorong perkembangan olahraga tersebut.


“Ini merupakan hal yang sangat baik. Ini salah satu yang kita harapkan bisa ikut mengembangkan Xiangqi di Indonesia. Saya lihat hari ini bersyukur sekali PB PEXI mendapat ketua yang sangat baik, mendapat sekretaris yang juga luar biasa. Semoga ini didukung oleh teman-teman pengurus lain, para penasihat, dan Dewan Kehormatan,” kata Candra.

Ia memastikan PB PEXI akan memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan Xiangqi di Kalimantan Utara. Bahkan, PB PEXI menyatakan siap mendukung apabila Kaltara berminat mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejurnas Xiangqi.


“Tentunya kami dari PB juga akan memberikan atensi lebih kepada Kaltara. Jika Kaltara berminat menjadi tuan rumah Kejurnas, kami akan mendukung,” ujarnya.


Meski demikian, Candra mengingatkan agar pengembangan organisasi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan daerah. Menurutnya, yang terpenting bukan sekadar besarnya kegiatan, melainkan dampak nyata terhadap masyarakat dan pembinaan anak-anak sekolah.


Candra juga menegaskan bahwa Xiangqi tidak hanya berorientasi pada kemenangan dalam pertandingan. Olahraga strategi tersebut dinilai memiliki manfaat dalam melatih kemampuan berpikir, pengambilan keputusan, serta kepemimpinan.


“Xiangqi ini bukan hanya teknik pemenang, tapi filosofi kehidupan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, PB PEXI terus mendorong pengembangan Xiangqi melalui sekolah-sekolah dan berbagai komunitas, termasuk pesantren. Selain melatih strategi, pengenalan Xiangqi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan kemampuan bahasa Mandarin bagi peserta didik.


Menurutnya, perkembangan Xiangqi di sejumlah daerah, seperti Bali, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, menunjukkan bahwa olahraga ini memiliki peluang untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.


“Jadi ini memang berawal dari Tiongkok, tapi sekarang sudah milik semua rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Penataran pelatih dan wasit nasional Xiangqi dalam rangkaian kegiatan PEXI Kaltara diikuti 25 peserta. Sebanyak 23 peserta berasal dari Kota Tarakan, sedangkan dua peserta lainnya berasal dari Kabupaten Malinau.


Peserta terdiri atas pengurus, pegiat Xiangqi, atlet, guru olahraga, dan kalangan profesional yang telah melalui proses verifikasi PB PEXI.


Materi penataran disampaikan instruktur nasional dari PB PEXI Jakarta yang memiliki kompetensi sebagai pelatih nasional dan wasit internasional Xiangqi, dengan koordinasi Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PEXI, Afung.


Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan Xiangqi pada 9 Oktober, dilanjutkan pelantikan pengurus dan penataran pelatih nasional pada 10 Oktober, serta penataran pelatih dan wasit nasional pada 11–12 Oktober 2026.


Kegiatan tersebut terselenggara melalui dukungan PB PEXI dan swadaya pengurus PEXI Kaltara.


Dengan terbentuknya kepengurusan definitif, dukungan berbagai pemangku kepentingan, serta peningkatan kapasitas pelatih dan wasit, PEXI Kaltara diharapkan mampu memperluas pembinaan hingga ke seluruh kabupaten/kota.


Langkah tersebut menjadi fondasi untuk melahirkan atlet berprestasi, memperkuat ekosistem olahraga Xiangqi, dan mewujudkan target Kalimantan Utara meraih medali PON 2028 sekaligus menjadi tuan rumah Kejurnas Xiangqi 2029. (*)