Mahasiswa UBT Kenalkan Inovasi Teknologi Hijau untuk Dukung Petani Rumput Laut di Pantai Amal

Mahasiswa UBT Kenalkan Inovasi Teknologi Hijau untuk Dukung Petani Rumput Laut di Pantai AmalFoto :


TARAKAN
— Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan (UBT) menampilkan berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan yang diharapkan dapat membantu masyarakat pesisir, khususnya para pembudidaya rumput laut di kawasan Pantai Amal RT 12, 13, dan 14. Kegiatan ini digelar dalam rangka Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat yang dikolaborasikan dengan Festival Teknik UBT 2025.

Ketua BEM Fakultas Teknik UBT, Haikal Hermawan Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menonjolkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Program ini dipimpin oleh ketua pelaksana Hasrullah S.T., M.T, dan didukung oleh seluruh kepengurusan BEM Fakultas Teknik UBT tahun 2025.

Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tahun 2025, atas dukungan pendanaan yang telah diberikan sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dapat terlaksana dengan baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan atas fasilitasi, dukungan administrasi, serta koordinasi yang telah diberikan sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar.” imbuhnya.

“Harapannya kegiatan ini dapat berjalan lancar dan ke depan Fakultas Teknik bisa terus menghadirkan inovasi baru. Sesuai tema, kami ingin para teknokrat tidak hanya unggul secara akademik maupun non-akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dosen Teknik Sipil UBT, Hasrullah S.T., M.T, menjelaskan bahwa Festival Teknik 2025 menjadi bagian dari kegiatan penelitian, pendidikan, sekaligus pengabdian masyarakat. Ia memaparkan beberapa inovasi utama yang dikembangkan oleh tim mahasiswa dan dosen.

Menurutnya, inovasi yang diperkenalkan difokuskan pada teknologi pengeringan rumput laut dan pengolahan limbah pesisir.

“Hari ini kami memperkenalkan tiga alat, yaitu Solar Dryer atau pengering rumput laut bertenaga surya, mesin pencacah plastik untuk pembuatan batako plastik, serta alat pengolah limbah rumput laut menjadi pupuk cair dan kompos,” jelasnya.


Solar Dryer dirancang untuk mengatasi hambatan proses pengeringan rumput laut saat musim hujan, sementara alat pengolahan limbah rumput laut dapat mengubah limbah menjadi produk bernilai guna. Adapun pencacah plastik bertujuan mengurangi volume sampah plastik, yang menurut penelitian, jumlahnya di Tarakan dapat mencapai 10 ribu ton per tahun.

Hasrullah menyebutkan bahwa seluruh alat tersebut masih berupa prototipe dan akan terus disempurnakan berdasarkan masukan dari masyarakat.

“Ke depan, kami ingin kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan. Kami juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih, terutama karena kawasan ini memiliki potensi sebagai desa wisata,” tegasnya.

Ketua RT setempat, Sumeh Widodo, memberikan apresiasi atas kegiatan mahasiswa yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat. Ia menilai ketiga alat yang dipamerkan—pengering rumput laut, pengolah limbah, dan pencacah plastik—berpotensi memberikan nilai tambah bagi warga pesisir jika dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Kami berharap alat-alat ini bisa terus dikembangkan dan benar-benar diterapkan ke masyarakat,” ucapnya.

Sumeh juga menyoroti bahwa tantangan utama petani rumput laut bukan pada proses budidaya, melainkan harga jual yang sering tidak stabil.

“Kalau pemerintah, khususnya Dinas Perikanan, bisa membantu menstabilkan harga dan pemasaran, tentu itu sangat membantu para pembudidaya,” katanya.

Ia berharap kegiatan mahasiswa ini terus berlanjut dan mendapat dukungan lebih kuat dari pemerintah, sehingga inovasi teknologi yang dihasilkan benar-benar membawa dampak nyata bagi masyarakat pesisir Pantai Amal.