Tarakan — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 74,04, meningkat 0,63 poin atau 0,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya (73,41). Kenaikan ini menunjukkan kemajuan berkelanjutan dalam kualitas hidup masyarakat Kalimantan Utara selama lima tahun terakhir.
Kepala BPS Kalimantan Utara, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa peningkatan IPM 2025 didorong oleh kemajuan di seluruh dimensi pembentuk IPM, terutama standar hidup layak. “Selama periode 2020–2025, IPM Kaltara rata-rata tumbuh 0,84 persen per tahun, menunjukkan tren positif dalam pembangunan manusia,” ujarnya.
Peningkatan di Semua Dimensi
Pada 2025, umur harapan hidup di Kalimantan Utara mencapai 73,68 tahun, naik 0,11 tahun dibandingkan 2024. Sementara harapan lama sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun meningkat dari 13,21 menjadi 13,31 tahun, dan rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas naik menjadi 9,44 tahun.
Dari sisi ekonomi, pengeluaran riil per kapita per tahun (disesuaikan) naik sebesar 3,64 persen, dari Rp10,197 juta menjadi Rp10,568 juta. Kenaikan ini menjadi faktor utama penggerak IPM tahun ini.
Kinerja Kabupaten/Kota
Secara kabupaten/kota, Kota Tarakan tetap menjadi wilayah dengan IPM tertinggi di Kalimantan Utara, yaitu 78,62, disusul Kabupaten Malinau (75,21), Bulungan (74,53), dan Tana Tidung (71,86) — keempatnya berstatus “tinggi”.
Sementara itu, Kabupaten Nunukan masih berada pada kategori “sedang” dengan nilai 69,87.
Dengan capaian ini, Kalimantan Utara menempati peringkat ke-25 dari 38 provinsi di Indonesia, turun satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, secara umum, status pembangunan manusia provinsi ini masih berada dalam kategori “tinggi” (70 ≤ IPM < 80).
Pembangunan Manusia Semakin Inklusif
Selama periode 2020–2025, peningkatan paling pesat terjadi pada dimensi standar hidup layak, yang tumbuh rata-rata 3,84 persen per tahun. Sementara itu, rata-rata lama sekolah meningkat 0,09 tahun per tahun, menunjukkan kemajuan akses pendidikan bagi masyarakat.
BPS menegaskan bahwa tren positif ini mencerminkan keberhasilan berbagai kebijakan daerah dalam memperluas layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Meski begitu, tantangan ke depan masih ada, terutama dalam memperkecil kesenjangan antarwilayah kabupaten/kota di provinsi termuda di Kalimantan ini.
.jpg)

5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!