TARAKAN – DPRD Provinsi Kalimantan Utara memastikan akan terus mengawal proses pembangunan SMA Negeri 5 Tarakan agar bisa selesai tepat waktu dan mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. Kehadiran sekolah baru ini diharapkan mampu mengatasi persoalan daya tampung peserta didik baru di wilayah Kota Tarakan.
Anggota DPRD Kaltara, Supaad Hadianto, mengatakan pembangunan sekolah tersebut menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi warga di lima kelurahan sekitar.
“Sekolah ini menjadi solusi setiap tahun ajaran baru. Dengan adanya SMAN 5 Tarakan, anak-anak di lima kelurahan bisa lebih mudah terserap dan tidak perlu jauh mencari sekolah lain,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Supaad menjelaskan, sesuai SK Hibah, lahan yang diserahkan untuk pembangunan sekolah maksimal harus dibangun fisiknya dalam waktu dua tahun. Jika tidak, lahan tersebut akan kembali menjadi aset Pemerintah Kota Tarakan.
“Oleh karena itu Pemprov Kaltara bergerak cepat. Saat ini progres pembangunan fisik sudah mencapai 60 persen,” jelasnya.
SMAN 5 Tarakan nantinya akan menampung peserta didik dari wilayah:
-
Kelurahan Karang Anyar
-
Karang Anyar Pantai
-
Karang Balik
-
Karang Rejo
-
Karang Harapan
Supaad menegaskan, sistem zonasi akan membuat anak-anak di lima kelurahan tersebut menjadi prioritas penerimaan.
“Bagi siswa yang tidak melanjutkan ke SMK, pilihan mereka otomatis mengarah ke SMAN 5. Karena itu kami dari Komisi IV berinisiatif terus mengawal pengerjaannya sampai selesai,” katanya.
Anggota DPRD lainnya, Lia, menambahkan bahwa pembangunan fisik sekolah ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang bahwa pendidikan merupakan urusan wajib yang harus dipenuhi pemerintah.
“Pemprov Kaltara sudah mengalokasikan 20 persen APBD untuk pendidikan, meskipun kondisi keuangan sedang tidak ideal. Karena pendidikan adalah amanat undang-undang, tetap harus dijalankan,” tutupnya.







5.jpg)
.png)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!